Screenshoot 1

Senin, 27 Mei 2013 | Sektor Riil | ersa

Lotte Mart Disodori Pajang Produk 40 UKM

Kementerian Koperasi dan UKM membuka peluang kepada pelaku usaha kecil dan menengah selaku produsen aneka makanan dan produk holtikultura untuk bermitra dengan peritel PT Lotte Mart Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldy Halim, menjelaskan pertemuan UKM binaan instansi tersebut dengan Lotte Mart Indonesia dilaksanakan Selasa (28/5/2013) di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

”Tujuan dari pertemuan yang kami kemas melalui agenda temu mitra tersebut agar UKM Indonesia yang memiliki kompeten bisa menjadi pemasok berbagai komoditas yang diperlukan perusahaan tersebut, ” katanya, Senin (27/5/2013) seperti dilaporkan Bisnis.

Untuk keperluan tersebut, instansi pembina koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) itu menghadirkan sekitar 40 UKM produsen makanan dan minuman serta penghasil komoditas holtikultura dari beberapa daerah.

Seperti apa kriteria produk yang harus dipenuhi UKM calon mitra perusahaan ritel tersebut, sangat tergantung pada penilaian perusahaan itu. Namun, kata Neddy, pihaknya memang sudah melakukan pembicaraan awal dengan Lotte Mart.

Yang pasti, kata dia, Lote Mart juga berkepntingan terhadap komoditas yang dihasilkan pelaku UKM. Melalui pertemuan tersebut diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan dengan seluruh UKM produsen yang hadir.

Asisten Deputi Urusan Kemitraan dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik, mengatakan ada beberapa persyaratan yang harus bisa dipenuhi UKM jika ingin menjadi mitra pemasok ke Lotte Mart.

”Namun hak menentukan kepastian itu ada di tangan perusahaan calon mitra UKM tersebut. Artinya, yang berhak mengumumkannya adalah mereka sendiri. Kami hanya memfasilitasi pertemuan itu untuk mencari kesepakatan,” paparnya.

Menurut Abdul Kadir, sebelum memutuskan produk UKM yang bisa diterima untuk dipsarkan melalui jaringan Lotte Mart, akan ada pemaparan terhadap syarat dan kriteria yang dipaparkan wakil dari perusahaan dari Korea Selatan itu.

Kementerian Koperasi dan UKM terus membuka kesempatan kepada UKM nasional menjadi mitra peritel yang beroperasi di Indonesia melalui agenda temu mitra. Strategi ini diharapkan mampu memberikan  nilai positif bagi kinerja UKM sehingga lebih efektif meningkatkan perekonimian mereka. (rei)